Antara Cinta dan Benci

I 💕 Trappist.
[3 Agustus 2018]
“Antara Cinta dan Benci”
Ketika belum dekat dan ingin kenal, hati kita berdetak kencang, karena penasaran pada “seseorang, yang lain”. Setelah akrab dan mulai lekat, badan kita sering bersenggolan dan makin lengket pada “dia yang teristimewa”. Namun, semakin terbiasa dan paham segala “luar-dalam”-nya, ia menjadi “serba biasa”. “Yang Terkasih dan Paling Dirindukan” mulai dipandang sebelah mata, serba kurang dan tak pernah lebih. Dia yang spesial seolah berubah, menjadi “Yang paling Dibenci dan ingin Dijauhi”. Nah, itulah juga yang dialami setiap hari, oleh kita semua. Maka, belajarlah untuk sabar dan saling mencintai dengan rendah hati. Tuhan sendiri meneguhkan kita, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Sabda ini meneguhkan kita untuk tahan uji dan tahan banting, terutama bila cinta tulus kita belum dipahami dengan hati. Percayalah semua akan indah, pada waktunya. Setialah menyalurkan cinta Tuhan pada sesama, terutama mereka yang sedang menjauhi dan membenci kita. Doakan mereka dan tetap bagikan belas kasih, tanpa pamrih. 🙏🏻😉

Rm. Antonius Anjar Daniadi, OCSO

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *