trappistrawaseneng

Betapa Bahagianya, Dimaafkan dan Dicintai

“Betapa Bahagianya, Dimaafkan dan Dicintai” I 💕 Trappist. [5 Juli 2018] Tidak ada orang yang sempurna. Setiap pribadi bisa melakukan kealpaan, tanpa sengaja, baik yang sepele maupun yang fatal. Karena itu, meminta maaf dengan rendah hati, dan memberi ampun dengan batin yang tulus, sungguh menghibur. Jiwa yang berbeban berat dikuatkan. Raga yang sakit akibat pikiran …

Betapa Bahagianya, Dimaafkan dan Dicintai Read More »

Lebih Indah Mencintai yang Baik dan Melakukannya

“Lebih Indah Mencintai yang Baik dan Melakukannya” I 💕 Trappist. [4 Juli 2018] Kita diberi waktu panjang setiap hari. 24 jam sehari. Namun, selalu ada waktu yang terbuang tak berguna, karena kita keliru memakainya. Waktu adalah berkat. Maka, lebih baik mencintai waktu dengan baik: untuk bekerja dan belajar, untuk berkreasi dan rekreasi, berbagi kebahagiaan dan …

Lebih Indah Mencintai yang Baik dan Melakukannya Read More »

Mari Ikuti Tuhan Setiap Waktu

I 💕 Trappist. [2 Juli 2018] Kita belajar mengikuti yang dikehendaki Tuhan. Tapi selalu ada tawar menawar, tunda menunda, bahkan tolak menolak. Akibatnya, banyak orang yang cerdik-pandai menjadi pahlawan kesiangan, terlalu bergaung tanpa isi. Sebaliknya, orang lemah dan dianggap hina, justru menjadi pribadi yang bermakna dan berbuah subur. Mari ikuti Tuhan setiap waktu. 🌾 Rm. …

Mari Ikuti Tuhan Setiap Waktu Read More »

Kita Diundang untuk Saling Melengkapi dan Bertumbuh Bersama

I 💕 Trappist. [1 Juli 2018] Kita semua belajar untuk hidup bahagia, sehat, dan suci. Tapi, bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk dibagikan setiap hari kepada sesama, di dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat kita. Tuhan tidak menghendaki kita egois. Bahagia sendiri, tanpa peduli kesusahan tetangga. Sehat sendiri, tanpa perhatikan sesama yang sakit dan difabel. Suci …

Kita Diundang untuk Saling Melengkapi dan Bertumbuh Bersama Read More »

“Pergilah, dan Jadilah Seperti yang Engkau Percaya!”

I 💕 Trappist. [30 Juni 2018] Hari ini, seorang bapa dan keluarga besarnya memberi salam perutusan kepada kedua puteranya, dua rahib imam: “Pergilah, dan jadilah seperti yang engkau percaya!” Meski berat ditinggalkan pergi jauh, sang bapa tetap menanggung segalanya dengan iman dan harapan. Ia menyerahkan kedua puteranya ke dalam perlindungan Tuhan. Ia percaya, mereka akan …

“Pergilah, dan Jadilah Seperti yang Engkau Percaya!” Read More »

Memelihara Tali Persaudaraan dan Mensyukuri Kebersamaan yang Penuh Berkat

I 💕 Trappist. [29 Juni 2018] Hidup ini adalah sebuah “pertandingan” yang mesti diakhiri dengan baik. Maka, kita belajar meraih “akhir” yang baik dengan memelihara tali persaudaraan dan mensyukuri kebersamaan yang penuh berkat. Besok Sabtu pagi, dua rahib imam: Rm. Maxi dan Rm. Anton akan diutus belajar Ilmu Ketuhanan di negeri Itali. Semoga ilmu ini …

Memelihara Tali Persaudaraan dan Mensyukuri Kebersamaan yang Penuh Berkat Read More »

Tahbisan Imam: Diakon Daniel Naruh, OCSO dan Yulius Darwanto, OCSO

I 💕 Trappist. [28 Juni 2018] Hari ini, dua rahib imam Trappist Rawaseneng ditahbiskan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr (Uskup Keuskupan Agung Semarang). Mereka adalah Rm. Daniel Naruh, OCSO dan Rm. Yulius Darwanto, OCSO. Keduanya manusia biasa, yang belajar mengasihi Allah dan sesama dengan totalitas. Total hatinya, total jiwanya, total budinya, dan total kekuatannya. Semua …

Tahbisan Imam: Diakon Daniel Naruh, OCSO dan Yulius Darwanto, OCSO Read More »

Produk Trappist Rawaseneng

Kerja, terutama kerja tangan, selalu dijunjung tinggi dalam tradisi Cisterciensis  karena memberikan kepada para rahib kesempatan untuk mengambil bagian dalam karya ilahi penciptaan dan pembaharuan serta untuk mengikuti jejak Kristus Yesus. Kerja mendatangkan penghasilan bagi para rahib sendiri dan bagi orang lain, serta menampakkan kesetiakawanan para rahib dengan para pekerja. (Konstitusi OCSO art. 26) Mata …

Produk Trappist Rawaseneng Read More »